Tampilkan postingan dengan label Betta Fish. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Betta Fish. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2013

Sejarah Ikan Cupang Giant


Sejarah Ikan Cupang Giant


Ikan Cupang Giant – adalah ikan cupang yang berukuran lebih dari normal, hingga mencapai +/-12 cm. Cupang raksasa ini terlihat sangat besar dengan bentuk tubuh yang tebal. Karena besarnya, terlihat cupang ini tidak seaktif cupang normal, namun tetap memiliki keagresivitasan sebagaimana layaknya cupang. Insang terbuka dengan gerakan siap menyerang selalu diperlihatkan ketika bertemu musuhnya.

Sejarah Ikan Cupang Plakat



Sejarah Ikan Cupang Plakat


Ikan cupang plakat – adalah ikan cupang hias dengan bentuk ekor yang lebih pendek atau biasa disebut ikan ekor pendek. Ikan Cupang Plakat berasal dari Thailand yang pertama kali mengembangbiakannya. Pada tahun 2000-an cupang plakat mulai dikenal luas oleh para hobies di Indonesia. karena sebelumnya lebih di nominasi oleh ikan jenis serit maupun halfmoon.

Sejarah Ikan Cupang Crown Tail (Serit)



Sejarah Ikan Cupang Crown Tail (Serit)


Ikan Cupang Crown Tail -  Ikan cupang serit merupakan cupang hias asli silangan dari Indonesia. Jenis cupang ini memiliki sirip yang khas seperti sisir,atau bahkan terlihat seperti layar yang sobek. Ia lebih dulu popular sebagai cupang serit 2, serit double, atau serit ganda. Penangkar pertama cupang serit di kompleks Bulog, Rawamangun, Jakarta Timur.
Lantaran belum dikenal, beberapa cupang serit tangkaran Achmad bernasib tragis. Di Bali ikan cupang serit jadi tertawaan lantaran dianggap cupang hancur alias apkir.

Sejarah cupang Halfmoon (separuh bulan)

Sejarah cupang Halfmoon (separuh bulan)
         Pada awalnya, halfmoon merupakan hasil silang peternak di amerika serikat. Cupang yang dihasilkan ini memiliki sirip yang lebar dan bentuk sirip ekornya menyerupai setengah lingkaran, yaitu 180. Selain bentuk siripnya yang indah, gerakan yang anggun dari halfmoon juga menjadi daya pikat tersendiri.

Kamis, 29 Agustus 2013

Genetik: 4 Lapisan Warna Dasar Pada Betta Splendens

Genetik: 4 Lapisan Warna Dasar Pada Betta Splendens


Salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia hobi cupang hias | betta splendens adalah soal warna, kekayaan warna dan kombinasinya sangat menarik banyak kalangan, pun di luar komunitas hobiisnya. Pada kesmpatan kali ini kami hendak mengulas hal mendasar mengenai pembentukan warna pada cupang hias.
Ragam warna pada cupang hias | betta splendens berdasarkan pada pigmentasi warna dalam berbagai jenis sel. Sel-sel warna yang berbeda yang hadir di berbagai lapisan dalam kulit ikan tersebut.
Pada dasarnya ada empat jenis lapisan warna dalam betta dengan masing-masing jenis sel warna tersendiri. Pada Betta splendens liar, lapisan warna tersebut adalah:

Makna P, F1, F2, F3 dst dalam Kajian Genetika Betta Splendens

Makna P, F1, F2, F3 dst dalam Kajian Genetika Betta Splendens


Mungkin seringkali sobat hobiis menjumpai sistem pengkodean P-F1-F2-F3 dst dalam kajian genetika yang disinggung dalam forum-forum hobiis cupang hias (betta splendens). Lalu apa makna kode tersebut ya? berikut kami bagi pengetahuan mendasar tersebut yang cukup penting bagi hobiis dalam melangkah lebih lanjut mempelajari genetika betta splendens lebih mendalam.

Warna Iridescent pada Betta Splendens: Turquoise, Steel Blue dan Royal Blue

Warna Iridescent pada Betta Splendens: Turquoise, Steel Blue dan Royal Blue


Warna Turquoise, Steel Blue, dan Royal Blue disebut sebagai warna-warna iridescent. Warna-warna iridescent membentuk tampilan terluar pada betta splendens, penyusunnya adalah sel yang disebut iridocytes. Sel-sel ini membentuk lapisan warna solid yang dapat menutupi semua warna lainnya. Awalnya, pada betta liar, warna iridescent normal terdiri dari warna turquoise/hijau. Warna iridescent normal ini (direpresentasikan oleh genotipe berkode ‘sisi’ terbatas pada rays—tulangan—sampai pada sirip dan beberapa titik pada sekujur badan ikan.

Era-nya si “Bling Bling” Betta (Dragons)

Era-nya si “Bling Bling” Betta (Dragons)


Menarik rasanya mengulas tiap perkembangan keluarga ikan ini, Betta (Betta Splendens dan rekan-rekannya). Di tangan para enthusiast Breeder, lahirlah varian betta yang kian menawan.

Marble Lahir dari Tangan Seorang Napi

Marble Lahir dari Tangan Seorang Napi


Siapa sangka, betta marble yang memiliki keunikan kombinasi dua warna (rata-rata) lahir dari tangan seorang Nara Pidana (Napi). Ya, seorang Napi bernama Orville Gulley.
Varian marble ini bermula ketika Orville hendak mencoba mendapatkan keturunan betta hitam butterfly (Black Butterfly Betta), namun dari persilangan yang ia lakukan, secara tidak sengaja didapatkannya gen marble.

Warna non Biru pada Betta Splendens: Cambodian

Warna non Biru pada Betta Splendens: Cambodian


Sampai saat ini belum teridentifikasi gen yang mampu menghapus lapisan (warna) biru. Pada beberapa kasus, beberapa peternak yang berhasil memijahkan betta splendens dengan tidak menampakkan layer warna biru (iridescent), hail ini dihipotesiskan bahwa kasus tersebut karena ketidakmunculan gen-biru yang sangat jarang terjadi.

Ekor Cupang Hias Sobat Kuncup? Mungkin ini Masalahnya..

Ekor Cupang Hias Sobat Kuncup? Mungkin ini Masalahnya..


Sungguh disayangkan ketika suatu hari kita mendapati cupang hias kesayangan kita kuncup ekornya. Karena bagaimanapun para hobiis cupang hias, pertama kali jatuh cinta pasti sebab pandangan pertama pada keelokan sirip-sirip dan warna ikan tersebut. Sebab yang sering ditemui mengapakuncup ekor terjadi pada cupang hias diantaranya karena buruknya kualitas air dalam akuarium atau kolam hidup cupang.

Sekat Setengah antar Akuarium Cupang

Sekat Setengah antar Akuarium Cupang


“Si xxxxx pelit banget, masa buka sekat akuarium cupangnya saja kagak dikasih, bilangnya.. biar saya saja yang buka mas, dan….eh..pas akuarium cupang dibuka, dia cuman buka setengahnya (dari dasar sampai bagian tengah aquarium)..”. itu tadi sepenggal keluhan Rekan hobiis cupang yang saya temui beberapa waktu lalu. Terlintas saat itu, begitu hati-hatinyakah breeder dalam subjek keluhan tersebut sehingga buka sekat antar akuarium cupang saja setengah-setengah.

Mencegah Ekor-Sirip Cupang Kuncup

Mencegah Ekor-Sirip Cupang Kuncup


Om, mau tanya dong, ekor cupang saya kuncup, apa sebabnya ya? dan gimana mengatasinya? Ya,Ekor Cupang Kuncup sering menjadi problematika para hobiis cupang. Apa penyebab sebenarnya? Ekor kuncup pada ikan cupang lebih sering disebabkan oleh buruknya kualitas air dalam akuarium. Buruknya kualitas air ini biasanya karena jangka waktu penggantian air akuarium yang terlampau lama, sehingga kotoran sisa makanan dan ‘buangan’ pencernaan ikan yang menumpuk menjadi sumber bermacam2 bakteri dan zat kimia (seperti: Nitrit) yang berbahaya bagi kesehatan ikan.Intensitas penggantian air yang banyak dilakukan oleh breeder/hobiis senior adalah dalam rentang waktu 2-3 hari sekali, bahkan dalam situs bettysplendens.com, sebuah artikelnya menyebutkan bahwa penggantian air ini bisa dilakukan setiap hari. Penggantian air dilakukan dengan air yang telah diendapkan selama paling tidak 2 malam. Tujuan pengendapan ini diantaranya adalah untuk ‘menguapkan’ chlorine yang biasanya terkandung dalam air, terutama untuk air PAM. Teknis penggantiannya pun bisa dilakukan seluruhnya (penggantian air total) untuk jangka waktu 2-3 hari tersebut, namun cara yang banyak ditempuh adalah hanya mengganti separuh air dalam akuarium, sedangkan penggantian air total dilakukan dalam rentang waktu 1 minggu sekali.
Selain dengan rutin melakukan penggantian air dalam akuarium, beberapa hobiis juga menambahkan Blitz Ich (yang mudah didapatkan di toko-toko aquatic) sebagai upaya pencegahan timbulnya ragam penyakit pada ikan. Perlu diingat pula, selain upaya perawatan yang telah kami sebutkan, Sobat juga patut perhatikan takaran pemberian pakan pada tiap ikan, jangan terlampau berlebih sehingga menyebabkan endapan pada dasar akuarium. Selain membuat air dalam akuarium kotor, endapan sisa makan inilah yang menjadi sebab munculnya nitrit dalam air.
Lain sebab Ekor Cupang Kuncup, lain pula sebab Sirip bagian Atas Cupang Melengkung, hal ini lebih disebabkan oleh ikan yang terlalu sering bermain di permukaan air ,agar ikan kita tidak sering bermain di permukaan air , biasakanlah menyekat antara satu akuarium dengan akuarium yang lain tetapi sekatan itu hanya ditaruh setengah saja (dari bagian atas ke bagian tengan) jadi yang terlihat hanya bagian tengah hingga ke bawah.

Penggantian Air Akuarium Cupang Hias

Penggantian Air Akuarium Cupang Hias


Untuk menjaga kondisi agar cupang hias kita tetap sehat, salah satu faktor lain yang wajib kita perhatikan adalah kondisi air dalam akuarium/kolam. Terlambat mengganti air akan menyebabkan penyakit. Sisa pakan dan kotoran cupang yang mengendap di dasar air dapat menyebabkan penyakit. Semakin sering air akuarium diganti, pertumbuhan ikan cupang akan semakin cepat. Batas maksimum pergantian air 3 hari sekali.
Ada dua cara merawat air akuarium, yakni mengganti sebagian dan mengganti seluruhnya. Untuk mengganti sebagian air akuarium, cukup sedot air akuarium –terutama bagian dasar akuarium yang terdapat endapan sisa maakan dan kotoran– dengan slang plastik kira-kira setengah volume air akuarium. Kemudian, isi dengan air yang bersih. Pergantian sebagian air akuarium dilakukan setiap hari untuk menjaga akuarium tetap bersih. Untuk mengganti seluruh air akuarium sebaiknya dilakukan seminggu sekali. Lakukan dengan cara yang sama seperti mengganti sebagian air akuarium.
Selain mengganti air, akuarium juga harus dicuci bersih serta dijemur untuk membunuh kuman, jamur, dan bakteri yang masih tersisa. Untuk melakukannya, rendam akuarium tersebut dengan larutan PK dosis tinggi selama 1-2 jam. Setelah itu, cuci akuarium hingga bersih dan jemur hingga kering.
Selain secara rutin, air akuarium juga bisa diganti jika terlihat mengalami penurunan kualitas. Turunnya kualitas air di akuarium ditandai dengan keruhnya air akuarium. Jika kualitas airnya sudah memburuk, cupang akan tampak mengambang atau diam di dasar akuarium, tidak mau banyak bergerak. Jika kualitas air bagus, sirip cupang mengembang, warnanya cerah, dan ikan aktif bergerak memamerkan keindahannya.

Perawatan Cupang-Betta Halfmoon

Perawatan Cupang-Betta Halfmoon


Cupang-Betta Halfmoon termasuk salah satu jenis dari betta splendens yang difavoritkan. Disukai karena keelokan siripnya yang panjang dan makin indah ketika mekar membentuk setengah bulan (halfmoon). Bentuk setengah bulan pada tipe betta ini merupakan hasil pengembangan domestik (selective breeding). Sehingga kemampuannya untuk survive di habitat alami seperti keluarga betta splendens lainnya pun lebih buruk, terutama jika dibanding keluarga cupang berekor pendek. Hal ini berarti bahwa cupang halfmoon memerlukan perlakuan khusus, misalnya: ukuran akuarium yang lebih luas dibanding dengan cupang plakat-berekor pendek. Oleh sebab itu pada posting kali ini, kami coba suguhkan Tips Perawatan Cupang-Betta Halfmoon :) Dinyatakan dalam situs Bettysplendens.com bahwa 90% masalah kerusakan pada sirip ikan –betta splendens— disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Khusus untuk halfmoon betta splendens, hal ini juga terkait luas ruang akuarium soliter, dan intensitas penggantian air. Dikatakan dalam situs yang sama, –salah satu faktor kunci– perawatan terbaik untuk halfmoon betta sangat tergantung pada seberapa sering kita mengganti total air dalam akuarium soliter. Penggantian total air akuarium soliter yang berisi cupang halfmoon idealnya dilakukan setiap hari.

the best way to maintain a Halfmoons Betta is to do what most of us don’t have the time to do – change 100% of the water daily!

Memang hal ini nampak sepele, namun tidak mudah bagi kita yang memiliki kesibukan lain yang juga menyita waktu. Mengapa harus seluruh air diganti? tidak cukupkah hanya mengganti 50% nya saja, dan lakukan penyiponan lebih rutin? Masih dalam tulisan yang sama, dikatakan bahwa penggantian air sebagian menyebabkan bakteri/sumber penyakit akan tetap tertinggal pada akuarium. Penggantian air sebagian tersebut memang akan mengurangi tingkat stres pada ikan tapi tidak pada keberadaan bakteri merugikan tersebut.

Kapan Sebaiknya Pakan Burayak Cupang Mulai Diberikan?

Kapan Sebaiknya Pakan Burayak Cupang Mulai Diberikan?


Dalam sebuah referensi yang ditulis oleh hobiis kawakan cupang hias –Jim Sonnier— dinyatakan bahwa pakan burayak cupang (betta fry) sebaiknya mulai diberikan pada hari ke-5 setelah penetasannya. Pakan dapat diberikan secukupnya beberapa kali dalam seharinya. Karena dalam masa pertumbuhan, burayak cupang perlu mendapat asupan pakan dalam jarak waktu yang sering, diman pakan yang diberikan kepadanya harus disesuaikan dengan ukuran mulut bayi ikan ini.
Pilihan terbaik jenis pakan yang bisa diberikan pada burayak cupang antara lain: infusoriakuning telur rebus, dan bayi artemia/artemia yang baru menetas (freshly hatched baby brine shrimp). Ketiga alternatif pakan burayak tersebut telah kami singgung dalam posting sebelumnya pada blog ini. Silahkan sobat baca kembali jika diperlukan.
Dalam referensi yang sama, Jim Sonnier menyatakan, menginjak hari ke-11, kita dapat secara perlahan memberikan pakan kering yang disesuaikan dengan ukuran mulut burayak, seiring dengan pertumbuhan/pembesaran ukuran burayak. Sedikit demi sedikit mulailah perkenalkan alternatif pakan lainnya, misal kutu air dan cacing sutera :) Pengenalan ragam pakan ini dikatakan menjadi salah satu faktor kuncu sukses budidaya cupang kita. Saya sendiri menafsirkan bahwa pengenalan ragam pakan pada burayak cupang ini bisa menjadi alternatif jika suatu saat terjadi kelangkaan pada jenis-jenis pakan tertentu sehingga kita dapat dengan mudah menggantikannya :)
Beberapa hal yang patut kita repetisi dari ulasan ini antara lain
  1. Mulailah berikan pakan pada burayak cupang ketika usianya menginjak hari ke-5 setelah penetasannya
  2. Berikan pakan secukupnya beberapa kali dalam sehari
  3. Berikan pakan yang menyesuaikan dengan ukuran mulut dan mengikuti pertumbuhan burayak
  4. Berikan pakan yang bervariasi/beragam pada burayak cupang kita

Kuning Telur sebagai Pakan Alternatif Burayak Cupang

Kuning Telur sebagai Pakan Alternatif Burayak Cupang


Bingung ngasih pakan apa yang cocok untuk burayak cupang Sobat pada minggu-minggu awal penetasannya? Dulu banget, waktu saya masih bocah -–emang dah demen miara cupang, waktu itu sih blom bedain mana yang hias dan mana yang aduan—, sudah coba-coba ngebreed jenis ikan ini. Namun masih sering gagal, yang biasanya kegagalan saya alami pada masa-masa kritis setelah telur cupang menetas. Masalah pakan burayak cupang.
Sempat dikasih tau sama Bapak, kalo burayak cupang itu bisa dikasih makan kuning telur. Masukan ini saya terjemahkan mentah-mentah kala itu. Burayak cupang saya beri kuning telur mentah dan mungkin dalam jumlah berlebih waktu itu. Eh….akibatnya air kolam jadi bau amis, keruh, dan naas pun terjadi, burayak cupang justru banyak mati.
Now, tentu sudah nggak cupu lagi seperti dulu, dah banyak baca buku dan browse artikel tentangbudidaya cupang sana-sini. Dan..ternyata eh ternyata, ada trik memberi pakan burayak cupang kala pakan seperti liquifry sulit didapat, atau karena males kultur infusoria sendiri. Masih dengan kuning telur sebagai pengganti pakan tersebut. Namun dengan teknik yang lebih benar, begini caranya :
  1. telur direbus seperti biasa
  2. dikupas, ambil kuningnya aja dikit
  3. dicampurkan dengan sedikit air, sampai agak halus membentuk butiran-butiran dengan kira-kira pas pada mulut burayak :)
  4. masukkan ke botol kecil yang ada "spray"nya (bisa botol parfum yang udah dicuci bersih), trus semprotin dech
  5. jika botol spray tidak ada, bisa saja dibuat dengan botol model tetes
Jangan takut teknik ini akan membuat air keruh, sepanjang pakan diberikan secukupnya, dan penyifonan air juga dilakukan secara teratur :) Selamat mencoba pakan alternatif burayak cupang ini Sob.

Perawatan Ekstra pada Cupang Hias Serit (Crowntail)

Perawatan Ekstra pada Cupang Hias Serit (Crowntail)


cupang hias serit-mustard gas-instructables-comCupang Hias jenis Serit (crowntail) merupakan varian betta splendensyang difavoritkan oleh para hobiis cupang Nusantara. Bentuknya yang sangat cantik amat membuat para pecinta ikan cupang khususnya banyak yang menyukainya.Meski demikian, diperlukan perawatan ekstra untuk mendapatkan dan menjaga kualitas performa cupang serit agar selalu dalam kondisi fit. Secara garis besar, untuk mendapatkan cupang serit dengan performa yang ideal berikut teknik perawatan yang sering dilakukan oleh rekan-rekan pembudidaya, ingat, perlu ketekunan dan konsisten :)
  1. Mulaiumur 1 bulan kita mulai dapat membedakan antara ikan jantan dan betina dari bentuk cupang jenis serit ini. Pada ikan jantan biasanya warnanya lebih terang dan cerah, sementara pada cupang betina biasanya tampilannya sangat biasa dengan bentuk badan lebih oval dan waranya kurang cerah (memudar)
  2. Pada umur 1 bulan, anakan ikan cupang masing boleh di campur pada satu kolam asalkan makanan yang di sediakan cukup untuk semua ikan yang ada di dalamnya. apabila tidak kita sudah tahu kalau ikan cupang adalah jenis karnivora yang juga bisa melakukan kanibalisme terhadap sesamanya. atau paling tidak ekor atau bagian lain pada tubuh ikan cupang ini akan robek atau terluka. hal ini akan merusak keindahan ikan cupang jenis serit ini. Untuk hal ini, kami terbiasa mengangkat anakan dari kolam untuk dipindahkan ke wadah-wadah soliter pada usia menginjak 2 bulan.
  3. Baiknya apabila ikan sudah ber umur antara 2 s/d 3 bulan ditaruh pada wadah yang berbeda untuk menghindari rusaknya ekor atau bagian lain pada ikan.
    Ikan cupang jenis serit memang agak sedikit cengeng pada air yang kurang bersih. jadi baiknya 1 minggu sekali air harus diganti agar tidak membuat serit pada ikan cupang menjadi kriting.
  4. Soal pakan, sebagian rekan breeder menyarankan agar warna dan kesehatan ikan lebih terjaga sangat direkomendasikan ikan cupang serit ini diberi pakan berupa cuk (jentik nyamuk) & kutu air dengan penyajian secukupnya / tidak terlalu banyak, karena dapat membahayakan  kesehatan cupang jika terdapat sisa-sisa pakan didalam akuarium.
  5. Suplemen yang sering diremehkan, namun efeknya banyak terbukti yaitu air rendaman daun ketapang kering. Saya menyebutnya “jamu kuat cupang” hehehe… pengaruhnya menjaga PH (keasaman) air terbukti, rays serit tidak mudah kering dan bengkok. Meski demikian air rendaman ketapang ini tetap mesti secara periodik diganti.

Pembesaran Burayak Betta/Cupang

Pembesaran Burayak Betta/Cupang


Setelah membahas bagaimana proses breeding cupang/betta, berikut kami paparkab tipspembesaran anakan cupang (burayak), mulai dari hari pertama telur hasil pemijahan menetas sampai dengan cupang remaja siap direlease. Patut diketahui bahwa burayak sampai umur 2-3 hari tidak perlu diberi makan karena adanya cadangan kuning telur (egg yolk) dalam tubuhnya. Pembesaran burayak tidak sesulit seperti yang kita bayangkan asal kita mengetahui tahap-tahapnya, dan itu merupakan tantangan tersendiri bagi para breeder.
  1. Dengan meletakkan tanaman air pada wadah pemijahan berguna dalam menyumbangkan sedikit infusoria secara alami buat burayak.
  2. Setelah burayak dapat berenang bebas secara otomatis dan naluri alamiahnya akan berburu untuk makan, dan secara naluri pula mereka dengan atraktif akan menyerang sesuatu yang bergerak.
  3. Pada saat burayak berumur 3-4 hari dapat diberikan vinegar eels, gerakannya disukai serta menarik minat burayak dan bentuknya yang sangat kecil cukup pas untuk burayak memakannya. Anda dapat juga memberi makan burayak dengan infusoria, rotifera atau micro worms.
  4. Setelah burayak berumur 1 minggu dapat diberikan pakan kutu air saring atau BBS (Baby Brine Shrimp)/Artemia yang telah dikultur.
  5. Pemberian kutu air dan Artemia bisa dilanjutkan hingga burayak berumur 3 minggu, dan dapat juga dicampur/divariasi dengan cacing tubifex sp., chironomus sp., ataupun vinegar eels karena pertumbuhan burayak sering kali tidak sama.
  6. Pada umur 5 minggu burayak siap untuk dilakukan pendederan atau dipindahkan ketempat yang lebih besar ataupun kolam. Pada saat ini porsi pemberian pakan lebih banyak dan dilakukan penggantian air secara kontinyu.
  7. Pada usia 4 hingga 6 minggu burayak mulai terbentuk organ labyrinth nya dan mereka mulai menuju permukaan untuk bernafas (mengambil oxygen langsung dari udara).
  8. Setelah lewat umur 6 minggu pemberian diet makanan mulai variatif, jentik nyamuk (cuk), kutu air dan bloodworm.
  9. Lakukan penggantian air sebanyak 30% dengan cara siphon atau membuka drain/valvenya, sekaligus membersihkan kotoran dan sisa pakan yang ada didasar. Kemudian tambahkan air baru yang telah diendapkan secara lembut/perlahan. Sejak usia 4 minggu naluri bertarung sudah mulai tampak dan penggantian atau penambahan air baru/bersih akan merangsang aktivitas hormonal ikan yang mengarah kepada agresivitasnya. Untuk meminimize pertarungan gunakan tempat atau space yang lebih besar atau dapat juga meletakkan tanaman air hidrilla atau dapat juga menggunakan serabut rafia untuk menghindari pertemuan langsung yang berakibat timbulnya pertarungan.
  10. Umur 7 hingga 8 minggu mulai dapat disortir jantan atau betina.
  11. Umur 10 hingga 12 minggu dapat disortir berdasarkan grade A, B, atau C. pisahkan mereka karena masing-masing memiliki nilai jual yang berbeda.
  12. Pilih anakan yang kwalitas baik atau super, dan diletakkan mereka dalam aquarium terpisah
    Gunakan aquarium berukuran minimal 15x15x20 Cm. dan lakukan penggantian air 30% – 50% setiap 3 – 7 hari. Kunci utama dalam perawatan adalah kwalitas air yang baik dan pakan yang baik, karena hal ini berakibat langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan.

Pemijahan Cupang

Pemijahan Cupang


Proses breeding cupang/betta menurut sebagian hobiis adalah proses yang cukup menyulitkan sehingga banyak juga kalangan hobiis yang lebih mengandalkan ikan hasil pembelian ketimbang hasil breeding sendiri. Sebenarnya, proses pemijahan betta merupakan proses yang sederhana, memang untuk mendapatkan hasil yang optimal diperlukan ketelatenan, ini yang jarang dimiliki kebanyakan hobiis. Secara ringkas, BettaPlus coba menyajikan urutan proses tersebut sebagai berikut:
  1. Siapkan pasangan  atau beberapa pasang cupang yang hendak dipijahkan.
  2. Beri makan pasangan tersebut 2 kali sehari dengan pakan hidup atau beku seperti jentik nyamuk/cuk, kutu air, atau blood worm. Berdasarkan pengalaman beberapa rekan breeder, disarankan untuk menhindari pemberian cacing rambut pada ikan betina khususnya yang akan dipijahkan, karena berdasarkan pengalaman seringkali menyebabkan ikan betina sulit bertelur.
  3. Tempatkan jantan dan betina dalam wadah yang berdampingan atau masukkan betina kedalam botol kemudian masukkan ketempat jantan bersama botol tersebut agar mereka dapat saling melihat. Biarkan mereka diisolasi selama lebih kurang 3 hari.

Persiapkan Wadah Pemijahan

  1. Kita dapat menggunakan wadah berupa aquarium, gentong atau ember/baskom plastik sebagai tempat pemijahan. Disarankan untuk tidak menggunakan tempat yang terlalu lebar.
  2. Isi dengan air yang telah diendapkan dengan kedalaman antara 10 s/d 15 Cm. (4 s/d 5 inches). Ini dimaksudkan agar suhu air didasar tidak terlalu dingin, memudahkan si jantan merawat telur dan burayak yang jatuh dari busa. Suhu yang dibutuhkan antara 21 hingga 31 derajad Celcius, untuk pemijahan idealnya adalah 25 derajad Celcius.
  3. Siapkan media pijah (substrat) bisa berupa tanaman air, daun ketapang kering, potongan styrofoam atau serabut rafia atau lembaran plastik bening tempat si jantan membuat busa/sarang untuk meletakkan telur.
Biasanya sering menggunakan plastik bening dengan pertimbangan karena bisa memonitor telur dengan melihat dari bagian atas, tidak membusuk, tidak tenggelam dan relatif lebih bersih. Ukuran plastik cukup 10×15 cm. atau 10×10 cm. saja. Penjodohan Dan Pemijahan. Pada indukan jantan yang matang warna siripnya terlihat lebih cerah dan pada induk betina perutnya terlihat membuncit dan secara transparan kita dapat melihat telur pada saluran pengeluarannya.

Proses Pemijahan

  1. Masukkan jantan terlebih dahulu ke wadah pemijahan yang telah disiapkan dan biarkan selama 1 hari agar si jantan merasa nyaman ditempat baru tersebut.
  2. Masukkan betina dalam botol secara perlahan kedalam wadah pemijahan. Ini dimaksudkan agar si betina tidak mengganggu jantannya membangun sarang dan agar mereka saling memandang dan melihat apakah mereka “berjodoh” satu dengan yang lainnya.
  3. Dalam tempo antara 2 hingga 8 jam si jantan akan membangun busa pada substrat yang akan digunakan sebagai tempat bercumbu dan bulan madunya. Sarang dibuat oleh sijantan dengan cara mengambil gelembung udara dari permukaan dan melepaskannya dibawah permukaan daun atau tanaman air yang mengapung dipermukaan air. Apabila betina tertarik dengan sijantan dan siap untuk dikawinkan dapat dilihat pada tanda berbentuk vertical melintang ditubuhnya dengan warna gelap. Tapi jangan terburu-buru untuk mencampur keduanya, biarkan pada tempatnya masing-masing selama 1 hingga 2 hari.
  4. Lepaskan betina pada sore keesokan harinya.
  5. Si jantan akan segera mendekati dan merayu si betina sambil mengembangkan sirip-siripnya seperti layaknya hendak bertarung. Ini merupakan hal yang lumrah dan merupakan naluri mereka untuk menunjukkan bahwa mereka sangat kuat dan akan menghasilkan anak-anak yang juga kuat agar dapat survive di alam bebas.
  6. Pada saat pemijahan tubuh si jantan akan melilit dan menyelubungi tubuh induk betina membentuk huruf “U” dengan ventral saling berdekatan sampai betina mengeluarkan telur yang segera dibuahi oleh sperma si jantan. Telur-telur tersebut akan berjatuhan kedasar dan segera diambil si jantan dengan mulutnya untuk diletakkan disarang busa. Proses pemijahan ini bisa berlangsung selama berjam-jam dan dengan proses yang berulang-ulang, dan merupakan ritual yang sangat menarik untuk dilihat.
  7. Aktifitas pemijahan berakhir dengan tanda-tanda si jantan mengusir betina agar menjauh dari sarang busa.
  8. Setelah aktifitas pemijahan selesai segera angkat induk betina dan letakkan di aquarium pengobatan dengan diberikan metylene blue/pomate untuk pengobatan luka-luka akibat pemijahan, dan dapat dikawinkan lagi setelah 3-4 minggu. Selanjutnya tugas menjaga telur dan merawat bayi diambil alih oleh si jantan.
  9. Apabila selama 3 hari si jantan tidak membuat sarang busa atau si betina tidak mau bertelur segera angkat dan gantikan dengan pasangan berikutnya.
  10. Ulangi proses diatas dengan pasangan-pasangan berikutnya
  11. Telur-telur yang fertile akan menetas setelah 24 jam pada suhu berkisar 25 derajat Celcius. Dan 2 hari kemudian akan terlihat burayak seukuran jarum dengan warna kehitaman.
  12. Bila burayak telah dapat berenang bebas indukan jantan dapat segera diangkat dan tempatkan pada aquarium pengobatan/karantina. Setelah 7 hari indukan jantan telah siap untuk dikawinkan lagi. Perlu dicatat bahwa Betta atau Cupang  tidak akan pernah mau kawin dengan pasangan yang bukan pilihannya, jadi kita tidak dapat memaksa si jantan untuk mengawini betina pilihan kita, pun sebaliknya kita tidak bisa memaksa si betina untuk menerima ajakan kawin si Jantan tertentu