Kamis, 29 Agustus 2013

Makna P, F1, F2, F3 dst dalam Kajian Genetika Betta Splendens

Makna P, F1, F2, F3 dst dalam Kajian Genetika Betta Splendens


Mungkin seringkali sobat hobiis menjumpai sistem pengkodean P-F1-F2-F3 dst dalam kajian genetika yang disinggung dalam forum-forum hobiis cupang hias (betta splendens). Lalu apa makna kode tersebut ya? berikut kami bagi pengetahuan mendasar tersebut yang cukup penting bagi hobiis dalam melangkah lebih lanjut mempelajari genetika betta splendens lebih mendalam.

Warna Iridescent pada Betta Splendens: Turquoise, Steel Blue dan Royal Blue

Warna Iridescent pada Betta Splendens: Turquoise, Steel Blue dan Royal Blue


Warna Turquoise, Steel Blue, dan Royal Blue disebut sebagai warna-warna iridescent. Warna-warna iridescent membentuk tampilan terluar pada betta splendens, penyusunnya adalah sel yang disebut iridocytes. Sel-sel ini membentuk lapisan warna solid yang dapat menutupi semua warna lainnya. Awalnya, pada betta liar, warna iridescent normal terdiri dari warna turquoise/hijau. Warna iridescent normal ini (direpresentasikan oleh genotipe berkode ‘sisi’ terbatas pada rays—tulangan—sampai pada sirip dan beberapa titik pada sekujur badan ikan.

Era-nya si “Bling Bling” Betta (Dragons)

Era-nya si “Bling Bling” Betta (Dragons)


Menarik rasanya mengulas tiap perkembangan keluarga ikan ini, Betta (Betta Splendens dan rekan-rekannya). Di tangan para enthusiast Breeder, lahirlah varian betta yang kian menawan.

Marble Lahir dari Tangan Seorang Napi

Marble Lahir dari Tangan Seorang Napi


Siapa sangka, betta marble yang memiliki keunikan kombinasi dua warna (rata-rata) lahir dari tangan seorang Nara Pidana (Napi). Ya, seorang Napi bernama Orville Gulley.
Varian marble ini bermula ketika Orville hendak mencoba mendapatkan keturunan betta hitam butterfly (Black Butterfly Betta), namun dari persilangan yang ia lakukan, secara tidak sengaja didapatkannya gen marble.

Warna non Biru pada Betta Splendens: Cambodian

Warna non Biru pada Betta Splendens: Cambodian


Sampai saat ini belum teridentifikasi gen yang mampu menghapus lapisan (warna) biru. Pada beberapa kasus, beberapa peternak yang berhasil memijahkan betta splendens dengan tidak menampakkan layer warna biru (iridescent), hail ini dihipotesiskan bahwa kasus tersebut karena ketidakmunculan gen-biru yang sangat jarang terjadi.